nellysapta

nellysapta
kering berseri (rimbo pengadang-lebong-bengkulu 2014)

Kamis, 07 September 2017

Lulusan IPB kok?


So far, saya cukup setuju dengan tulisan kakak tingkat di IPB angkatan 37 (2000) ini. Saya cukup heran dengan pertanyaan dari pak presiden kemarin. Kok rasanya sayang aja, mengangkat kalimat tersebut dalam orasi ilmiah di depan banyak mahasiswa (yang kebanyakan adalah mahasiswa baru) dan dosen, walaupun memang itu adalah pertanyaan yang klise atau retoris (?). Seakan-akan pertanian kita ini tidak ada perkembangan yang mengesankan dibandingkan sektor lain gara-gara alumni IPB yang seharusnya bekerja di sektor pertanian lebih memilih profesi lain.

Huff, kita tetap harus mengambil hikmah yg baik. Pertanyaan itu menguak kembali ke permukaan (karena yang bertanya adalah presiden RI) dan menghebohkan jagad alumni IPB. Pro kontra pasti selalu ada. Beragam meme yang ‘lucu’, kreatif, nyelekit, dan terasa menyerang balik penanya. Tapi, toh kita tidak ingin berhenti sampai tahap menyesalkan, menggerutu, tuduh menuduh, misuh-misuh, membela diri atau baper melulu. Kita ingin ada solusi nyata. Pertanyaannya, apa solusinya? Ganti menteri? #eh

Banyak yang bilang, "udah biasa kok kita ditanya gitu...lulusan IPB bisa apa aja?", "lulusan IPB mah bisa apa aja kecuali pertanian...", "lulusan IPB tapi kerja di bank, jadi jurnalis, politikus, guru, motivator, ustadz atau tokoh agama, artis, dll.." (yang masyarakat umum ngehnya itu bukan ranah pertanian) "lulusan IPB tapi gak nanam apa-apa" dan sebagainya.

Saya yakin, para dosen dan pemegang kebijakan di IPB sudah mendengar pertanyaan "lulusan IPB kok banyak jadi bankir, dll.." jauh hari sebelum keluar dari mulut presiden RI masa jabatan 2014-selesai ini. Mereka pasti sudah mengarahkan mahasiswa untuk tetap berafiliasi pada ranah pertanian, dimanapun akhirnya kelak mereka akan bekerja dan berkarya. Mahasiswa baru selalu diberikan kuliah umum mengenai filosofi pertanian berikut motivasi untuk bangga/ optimis mengenyam pendidikan di IPB dan mendukung pembangunan pertanian di Indonesia.

Kalo mau egois, kita mau nanya balik nih.. Adakah data berapa banyak lulusan ekonomi di negara kita? Sudah pasti jauh lebih banyak daripada pertanian. Tetapi, apakah hal itu berbanding lurus dengan kemajuan ekonomi di Indonesia? Hayooo....

Bicara masalah bangsa, sangatlah kompleks. Termasuk salah satunya ya masalah pertanian. Pertanian tidak sesederhana bayangan kita yang hanya terdiri dari kegiatan menanam dan memanen. Ternyata banyak ilmu yang terlibat jika ingin menjadikan pertanian sebagai suatu potensi yang diharapkan dapat menjadi solusi atas permasalah perekonomian dan pangan bangsa kita. Ternyata tidak hanya soal budidaya, tapi juga pemasaran, pengolahan pascapanen, dan berbagai teknologi lainnya yang dapat menunjang perbaikan kuantitas dan kualitas serta pemanfaatan pertanian.

Pembangunan pertanian juga berkaitan dengan political will. Sudah menjadi rahasia umum bahwa semua lini pergerakan di kementerian maupun lembaga pemerintahan maupun swasta akan diatur dalam kebijakan pemerintahan yang dibatasi waktu dan tempat.

Rabu, 06 September 2017

Institut Pleksibel Banget (gitu loh...)

emang pernah ada survei serius ttg lulusan IPB: berapa persen yg di pertanian dan berapa persen yang non pertanian.

etapi, FYI, IPB punya banyak fakultas bukan?
A fakultas pertanian
B fakultas kedokteran hewan
C fakultas perikanan dan ilmu kelautan
D fakultas peternakan
E fakultas kehutanan
F fakultas teknologi hasil pertanian
G fakultas matematika dan ilmu pengetahuan alam
H fakultas ekonomi dan manajemen
I fakultas ekologi manusia

berapa persen dibandingkan (misal jurusan terbanyak di berbagai universitas) lulusan ekonomi kita yang bertebaran dimana-mana, di berbagai daerah? apakah mereka semata bekerja di lingkup ekonomi? apakah sudah meningkatkan perekonomian bangsa? ataukah saling bersinergi?

ada anekdot yg bilang gini,"lulusan ekonomi/perbankan/jurnalistik kita kemana sampe-sampe lulusan pertanian masuk juga ke ekonomi/perbankan/jurnalistik."

udah, gak usah dimasukin di ati. biasa aja, kayak lulus pertanian yg suka dibilang banyak nyasar ke bank... woles woles woles..
🏃🏃🏃🏃🏃

Selasa, 22 Agustus 2017

Halab

pulang sekolah, abis salam, mstr Tsa langsung ngoceh,"Mi, kalo gak ada halabnya, gak boleh dimakan."  

"Apaan?" kok tiba-tiba.... 

"Kata bu guru kalo ada tulisan halabnya, gak boleh dimakan..." 

emaknya baru ngeh,"halab atau halal?" 

"halab" 

"itu mgkn tulisan halal kan pake huruf arab.." 

"iya.. jadi Mi.. babi gak boleh dimakan. tikus jugak.."  emangnya kapan kamu liat emakmu makan begituan tong.. haha.. 

mstr Zha nyeletuk,"kalo kucing?" 
hehe... 

nampaknya baru dapat pelajaran tentang logo halal ini bocah :D 

sekarang bocahnya lagi asik meriksain kemasan makanan di rumah..nyari2 ada halabnya atau nggak hehehe...  

::belum utuh nang, nanti belajar lagi yaaa... semangaat 😀😀

Jumat, 18 Agustus 2017

Bahasa Bunda, Bahasa Cinta

Berikut ini adalah notulensi ketika mengikuti seminar parenting yang diisi oleh ibu *Septriana Murdiani* (konsultan &  pengarang buku "Bahasa Bunda, Bahasa cinta"

MENJADI ORANGTUA ITU ISTIMEWA
❤ Ibu, ayah, adalah anugrah yg besar.
❤ Sesungguhnya sekolah hanyalah partner. Tanggung jawab pendidikan, tetap di orang tua.
❤ Do'a orangtua tmasuk do'a yg tidak tertolak.. Padahal kita, penuh dosa, dst.
❤ Harusnya dg adanya pasangan, anak2, kita menjadi senang. Kalo tidak, maka berarti ada yg salah. Shg ada yg perlu dievaluasi.

💗 Ajarkan keutamaan birrul walidain kpd anak-anak

💗 Tugas parenting
1. Memenuhi kebutuhan anak
2. Menyiapkan anak mjd orang dewasa yg kompeten
3. Menyiapkan anak mjd orangtua yg baik dan bertanggung jawab

MITOS
#1 Keterampilan parenting itu intuitif
💙 tidak cukup hanya mengandalkan intuisi, tapi memang perlu ilmunya krn tidak ada satupun orang dewasa yg lahir langsung berbekal bisa mendidik anaknya nanti

#2 Tiap orang dewasa yg baik akan mjd orangtua yg baik
💙 Memang contoh yg baik akan bpngaruh bsar bagi anak-anak. Tapi belum cukup. Penentu parenting yg baik itu:
❤ orangtua sendiri terus berupaya mjd baik
❤ metode
❤ buku
❤ do'a

---

"tanggung jawab orangtua adalah menyampaikan/mendidik dg cara yg baik, masalah anaknya mjd sholih atau tidak, kita serahkan pada Allah. Jangan sampai krn harapan kita mjadikan anak sholih, justru mbuat qt emosi ketika anak-anak melakukan kesalahan. Kita bukan ditanya hasil, tapi bgmn kita mbina anak2 dg baik."

#3 parenting yg bagus adalah jaminan anak yg baik/sholih
💙 faktanya,
❤ ada pengaruh dr luar keluarga, seperti :

👪 teman sebaya : jika usia 10 tahun, teman anak kita tidak baik, maka segera pisahkan dan carikan yg baik.

👪 orang dewasa selain orangtua
👪 tetangga
👪 masyarakat
👪 media
~~mempengaruhi anak2 dg cara yg sehat atau tidak sehat. Butuh orang sekampung utk mendidik.

"Sekarang bukan zamannya hanya memikirkan anak kita sendiri. Teman2 mereka juga perlu kita perhatikan."

#4 Parenting selalu mengasyikkan
💗 padahal sebagaimana pekerjaan, kadang mengasyikkan, seru, capek hati, melelahkan, membosankan, mendamaikan, bikin frustasi, bahagia, geli, syahdu, bersyukur.. Sehingga sebenarnya dinamis dan orangtua harus mempunyai pengharapan yg realistis!

"banyak anak bikin awet muda, tapi membesarkannya butuh energi ekstra."

Yg diperlukan anak:
Sandang pangan,
Rasa aman,
Kasih sayang,
Harga diri,
Aktualisasi diri.

Kebutuhan dasar anak:
❤ survival-bertahan hidup
❤ love and care
❤ power
❤ freedom
❤ fun

ANAK BUTUH DIBEKALI APA?

💙 aqidah dan akhlak dulu
"Jangan menjadikan anak sendiri seperti ensiklopedia. Baca tulis tidak perlu dituntut sejak awal, tetapi tanpa tindak lanjut yang tepat. Yg penting adalah pahami kebutuhan anak."

💙 kepemimpinan
--mengajak pada kebaikan, mencegah kemungkaran. Kebanyakan orang hanya amar ma'ruf, tapi kurang dalam nahi munkar.
💙 entrepreneur
--kemampuan mencari nafkah

"15 tahun sebenarnya sudah aqil baligh, jd sudah harus mandiri."

Buku ini 'dipaksa' dibuat setelah melihat fenomena anak ustadz/dzah yang 3 anaknya terjerat narkoba. Apa yg salah?

👪 Satu organ wanita yg dicipta utk meneruskan keturunan manusia: rahim. Dari nama Allah. Penyayang.

POSITIVE DEVIANCE (pencilan positif)

💗 Kemiskinan saat ini bukan hanya masalah harta, tapi juga akhlak. Berbagai masalah di masyarakat itu memang kenyataan, tapi kok masih ada 2-3 keluarga yg bertahan. Ternyata benang merahnya, bukan hanya krn kerja keras. Tapi juga HUBUNGAN YG BAIK DG IBUNYA, ORANGTUANYA.

💗 kita masih bisa memperbaiki, dg cara mencurahkan cinta yg full. Cinta yg full dari ibu, berhubungan dg cinta yg full dari suaminya. Nah...

KELEKATAN

✊ Derajat kelekatan atau ikatan emosi antara pengasuh utama dg anaknya yg dwarnai oleh kualitas hubungan timbal balik antara keduanya.

✊ Kelekatan menyangkut perasaan anak kpd ayah, ibu

✊ Pentingnya kelekatan
❤ pd keselamatan hidup bayi,
❤thd perkembangan emosi,
❤dg pembentukan empati/nurani/perilaku proporsial
❤ kpd pembentukan rasa percaya diri, perkembangan kognitif dan kreativitas

"anak 4 tahun masih lekat ma orantuanya, tidak apa. Diajarkan berbagi tidak apa, tapi ditarget atau dipaksa, jangan." karena dia sedang menghujamkan akar, agar siap menumbuhkan cabang ramah yang lain.

Aspek kimiawi kelekatan dan dampaknya thd perkembangan otak anak --> hormon cinta, terutama anak 0-8 tahun (masa terbaik untuk pertumbuhan korteks).

ASUPAN CINTA DARI AYAH SEBAGAI KEPALA KELUARGA ADALAH PENTING UNTUK KELUARGA.

Segitiga akhlak:
❤ perbuatan
❤ tanggungjawab
❤ kesadaran

"Anak2-anak harus dipahamkan ttg tanggungjawab. Misal dg benda miliknya sendiri."

Untuk membangun kesadaran pd anak, orangtua harus memberikan cinta yg tepat. Bagaimana?

💗 terima apa adanya
"Misal ketika anak memukul temannya. Maka terima marahnya anak, tp jgn terima perbuatan memukulnya. Itu perlu diperbaiki."
--Harus dimengerti apa yg dirasakan anak. Harus dikonfirmasi.
--Gunakan bahasa yg dimengerti ayah, ibu, dan anak-anak.

"MENYALAKAN FITRAH ANAK (dgn memberikan cinta yg tepat), SEHINGGA ANAK BISA MEMILIH YG BAIK."

*"Untuk suami, jangan pelit atau ragu utk menenangkan hati istri yg sedang marah dg pujian atau kata2 manis. Krn hal itu akan bpengaruh pd emosi ibu untuk dapat beraktivitas dg gembira dan bisa mencurahkan cinta yg tepat."*

*"Sebelum mendidik anak sholih, suami istri harus memperbaiki hubungan kasih sayang. Wanita umumnya verbal, lelaki sebaliknya."*

*"Supaya tumbuh kesadaran yg baik, memang perlu cinta yg bombastis."*

*"Para bapak, lindungi anak perempuanmu dg kata-kata yg baik, sebelum diucapkan oleh lelaki lain yg bukan mahromnya."*

*"Ibu-ibu memang sering minta dipeluk, dielus. Fitrahnya. Tapi ya gapapa, siapa lagi yg disosor kalo bukan suaminya."*

*Agar merasa dicintai,*
*✊ utk anak lelaki: harus ada KEGIATAN bersama. Utk anak perempuan: harus diajak NGOBROL bersama. Rasulullah mengajak ngobrol istrinya sebelum tidur +/- 2 jam."*
*--PERCAYALAH, jika terpenuhi, anakmu tidak akan mencari cinta yg lain.*

*✊ memberi hadiah*
--tidak perlu yg mahal

*✊ memberikan pelayanan*
--dengan pembuktian dan saling memahami kebutuhan antara pasangan dan antara orangtua dan anaknya

❓Anak sy 10 tahun dan sepengamatan sy teman2nya cenderung kurang baik. Apakah sy harus memisahkan dan menjelaskan? Krn anak bertanya, "kenapa tidak boleh bermain sama dia?"
🅰️ Kalo tipe anak leader, gpp dibiarkan dg teman2 yg kurang baik. Tapi klo tipe follower, sebaiknya dipisahkan dan dicarikan teman yg lebih baik.

❓Mendidik orangtua tetangga?
🅰️ Terus bersabar dan diberi pengertian. Kalo memungkinkan, pindah saja. Kalo bisa, bikin komunitas "orang2 baik"/pendukung terciptanya lingkungan yang baik.

❓STIFFIN..cekidot apa itu
Mendidik anak bukan dengan reward dan punishment lagi. Melainkan rule dan consequences (aturan dan konsekuensi)

Penempatan "Jangan" harus pas. Prinsipnya, kalo ibadah maghdoh, lakukan yg diperintahkan kecuali yg dilarang. Juga dg muamalah, silakan lakukan apapun kecuali yg dilarang.

Misal kalo di suatu lingkungan masih perlu tegas utk tidak buang sampah, maka boleh ada larangan tegas. Tp klo sekiranya lingkungan sdh cukup baik maka cukup himbauan "buanglah sampah pd tempatnya".

Gak masalah minta maaf pada anak. Jangan khawatir terlambat. Yg penting bagaimana agar anak merasa dicintai, dihargai, dihormati sebagai anak dan manusia utuh.

~catatan on the spot
-nsapta-

Kamis, 16 Februari 2017

dari Prang

Mengambil ibroh dari perang Badar,
bahwa jumlah yang sedikit belum tentu menjadikan kaum muslimin kalah.
Gelora iman menyebab turunnya pertolongan Allah.

Memetik pesan dari perang Hunain,
bahwa jumlah besar, yang menjadikan congkak--
dapat melemahkan, menceraiberaikan
Namun, Allah melesapkan ketenangan di hati Rasul-Nya dan di hati orang-orang beriman yang tetap terpanggil bertahan,
di medan Authas, yang berkecamuk.

Mengingat kenangan dari perang Uhud,
saat banyak hembusan provokasi munafiqun,
saat sempat lalai terhadap wasiat Rasulullah,
saat terlalu silau dengan fatamorgana kemenangan,
hingga banyak tokoh muslim syahid!
Rasulullah terluka(luka).
Ah, terlambat untuk menyesal.

Hm.
Demikian mengherankan petikan hikmah disampaikan kepada kita, bagaimana tidak:
pasca Uhud...
saat kaum musyrikin semakin berani,
dan harus dihadapi lagi, turun arahan Rasulullah:
hanya mereka yang berperang di Uhud yang boleh turut serta dalam perang selanjutnya: bayangkan..
kondisi masih penuh luka, kepedihan karena kekalahan.
Tetapi, mereka bangkit dengan berani.
Walau perang tidak sampai terjadi,
kita dapat melihat
lembutnya hati kaum mukminin dalam menginsyafi kesalahan, kembali pada ketaatan dan bertambah yakin "Cukuplah Allah sebagai penolong dan Allah sebaik-baik pelindung"

Kemenangan.
Mutlak datang dari Allah saja.
Tugas manusia adalah tetap sungguh-sungguh berstrategi, bermusyawarah, berusaha, beramal sholih, istiqomah, berdo'a, bersabar, bertawakkal.

Rabu, 21 Desember 2016

pi-RAT!

kau memang terkenal merugikan.
apakah semenyedihkan itu peranmu?
HANYA mengajak mengenal kesal, membangkitkan amarah, melukiskan kerutkerut tanda tak suka, mengobrakabrik kenyamanan, menyebarkan bau busuk menyengat, menyisakan kotoran menjijikkan, memenuhi ruangruang yang tak seharusnya kau tempati, menghancurkan harapan di kala bulirbulir dan pundipundi terbayang akan terisi penuh, bahkan membuat gila!

argh,
padahal,
إِنَّ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَاخْتِلَافِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ لَآيَاتٍ لِأُولِي الْأَلْبَابِ الَّذِينَ يَذْكُرُونَ اللَّهَ قِيَامًا وَقُعُودًا وَعَلَىٰ جُنُوبِهِمْ وَيَتَفَكَّرُونَ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ رَبَّنَا مَا خَلَقْتَ هَٰذَا بَاطِلًا سُبْحَانَكَ فَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal, (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): “Ya Rabb kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka”. [Ali ‘Imran/3:190-191]

ya,
kami menjadi berpikir. maju. tak mau terus menjadi bulan-bulanan.
tersebabmu juga.
"Ya Rabb kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia...."

kami belajar,
agar tidak terulang lagi menjadi korban di masa depan.
agar kau tau diri.
agar kau juga lihat, bahwa kami juga mampu bertindak!
bahwa kami, tidak akan diam saja!

pi-RAT!







nb: orang Bengkulu, jangan sampai salah sebut R di RAT yo.

#uknowwhatimean
#rattusrattus

Jumat, 09 Desember 2016

Maryam T.T

"Sesungguhnya mata ini menangis & hati ini bersedih, tetapi kami tidak mengatakn, kecuali yg dridhai oleh Tuhan kami. Sesungguhnya kami, wahai Ibrahim, benar2 sedih karena berpisah denganmu." (HR Bukhari)

.
.

Mudah berucap: 'sabar ya'
Mudah menenangkan: 'tabah ya'
Mudah berharap : 'semoga tetap berhusnudzhon atas semua yang terjadi'
Namun, kami pun bersedih... turut berduka.

Tidak berani membayangkan bila serupa.
Sekali lagi, kami berdo'a semoga nanda yang telah tiada menjadi tabungan dan syafa'at bagi orangtuanya, memperbanyak timbangan kebaikan bagi orangtuanya... Semoga kembali bersua kelak, dalam suasana yang lebih bahagia.

--maryam auliya izzatunnisa'--