nellysapta

nellysapta
kering berseri (rimbo pengadang-lebong-bengkulu 2014)

Rabu, 10 Juni 2015

Hikmah dari Penjaja Jasa Payung

"Pak..pak..numpang ya..", permintaan segerombolan anak kecil yang sebelumnya melambai-lambaikan tangan untuk memberi kode kepada supir angkot jurusan kampung rambutan itu kemudian dijawab dengan anggukan dan senyum oleh sang supir. Naiklah mereka dengan riang. Untungnya dalam cuaca hujan begini, jumlah penumpang di angkot ini hanya sedikit -tiga orang, termasuk saya-, sehingga gerombolan anak kecil yang ternyata berjumlah 4 orang itu masih bisa masuk tanpa mengganggu kami. Dua dari mereka memang masuk, tetapi dua lainnya naik di pintu masuk dan berpegangan pada bagian atas pintu angkot saja. 

Hujan masih lebat. Tapi, sayang tidak lama kemudian (bahkan tidak sampai semenit!) hujan mereda. Lho? Sang supir kemudian berkata kepada anak-anak tadi -yang sudah basah kuyup walau membawa payung-,"Udah reda nih.. Pulang aja sana.. Aaa...telat nih datangnya.. Berhenti di sini aja ya biar gak kejauhan kalian jalan pulang." Dengan tetap saja gembira, empat anak yang semuanya lelaki itu mengangguk dan manut, lalu turun dari angkot. "Wah..telat ya kita.. Kapan-kapan lagi deh......" Sekilas saya dengar celotehan mereka. Hm.. Sedari tadi saya memang jadi memperhatikan mereka sambil tersenyum :)

Ya ya... Di terminal, perempatan, wilayah perkantoran, pasar tradisional, di lokasi yang ramai orang meneduh karena hujan, atau berbagai tempat yang ramai lainnya, kita sering menjumpai anak-anak maupun remaja yang menawarkan jasa payung. Sudah pernah memakai jasa mereka belum? Saya pernah, sekali. Seingat saya waktu itu di swalayan kemudian hujan lebat sedangkan sudah harus pulang. Karena jarak dari depan swalayan menuju angkutan umum cukup jauh, kebetulan ada anak lelaki yang menawarkan jasa payung, ditambah pula saya 'lagi baik' (hohoo....biasa aja kali..) maka saya mengiyakan. Selagi berjalan, saya tanya,"Berapa dek?". Dia menjawab sambil menggigil kedinginan,"Tiga ribu bu" (dek dan bu? what the....harusnya manggil kakak deeeek.. Wkwk..) Cukup wajarlah menurut saya. 

Dibanding dengan pengorbanan mereka menahan dingin dengan kondisi baju dan badan yang basah total. Siapa yang tau kalau setelah berusaha menawarkan jasa payung tadi, mereka kemudian terkena gejala flu, atau bahkan demam? Siapa yang tau kemudian bagaimana kondisi mereka setelah itu? 


Memang penjaja jasa payung itu mempunyai motivasi berbeda. Tapi, yang jelas, mereka senang dengan uamg bayarannya :) Mungkin saja mereka seperti itu karena alasan bermain sambil 'bekerja', memanfaatkan situasi, mendapatkan upah sambil menolong orang lain, atau alasan lainnya yang kita tidak tau -dan tidak perlu tau juga kali ya, yang penting tidak mengganggu dan kita juga tertolong, cmiiw-

Ketika masih kecil, imut, lucu, dan menggemaskan #cateet #halah #dezigh!, saya juga sangat suka bermain di luar rumah saat hujan: lari-larian, main bendungan, main tanah, main kincir air, atau sekedar mandi di bawah pancuran rumah. Sering sampai ujung jari-jari tangan saya berkerut karena kelamaan main air :b 
Asik sekali!

Hujan menciptakan momen bagi mereka, terutama anak-anak penawar jasa payung yang sepengamatan saya, tidak ada yang tidak senang dengan hujan, he he. Bagi mereka, hujan membawa 'berkah' tersendiri. Sambil meluapkan emosi muda mereka yang haus akan bermain, mereka seperti malah dibayar untuk menikmati itu. Mereka harus benar-benar memanfaatkan waktu saat hujan turun. Tidak jarang, juga membuat strategi agar -dengan waktu yang unpredictable kapan akan berhenti- jasa mereka bisa diterima. 

Disadari atau tidak, anak-anak dengan kisaran usia lima tahun sampai remaja itu juga berlatih dan diasah untuk berpolitik dalam menghadapi hidupnya di masa depan. Ya, berpolitik dalam artian mengatur strategi, menyusun rencana, dan menyiapkan langkah-langkah untuk mencapai tujuannya di tengah ketidakpastian dan tidak adanya jaminan akan rentang waktu yang diberikan. 

Adalah kita juga serupa mereka
Penjaja jasa payung saat hujan 
Kita sama harusnya
Dalam memanfaatkan kesempatan, mengisinya agar berguna lagi menggembirakan

Selasa, 09 Juni 2015

Klakson

Kijang satu kijang satu
Kode panggilan si kawan lama
Jangan ragu hai jangan ragu
Gunakan klakson pada saatnya
Maksudlah kita memberitahu
Agar sama tidak celaka

--

Saya termasuk penyuka klakson, maksudnya suka meng-klakson orang lain ketika mengendarai motor. Hehe. Saat hampir 'bersenggolan', saat pengendara lain menyerobot asal atau mendadak dari kiri, saat hendak mendahului, atau sekedar mengingatkan pengendara lain tentang posisi saya -bahwa saya ada d belakang mereka, hendak mendahului, dll- Bagi sebagian orang, itu biasa saja. Tapi, ternyata ada juga sebagian lain yang kurang menyukai aktivitas klakson mengklakson. Kenapa?

Kata mereka, itu mengganggu, gak sopan, keliatan gak sabaran, khawatir salah sangka sehingga memancing perselisihan/pertengkaran. Ya, tentu saja akan mengganggu kalo kita membunyikan klakson tanpa sebab yang jelas, panjang, sambil marah-marah pula. Deuh!

Bagi saya, klakson itu penting. Menggunakan klakson juga penting.  Saya malah tidak suka dengan pengendara yang ujug-ujug selonongboi mendahului, dari kiri pulak! Gimana kalo saya gak ngeh lantas langsung belok kiri atau karena tiba-tiba mendahului dengan kecepatan tinggi, saya kaget lantas hilang keseimbangan. Saya juga yang rugi! -_-'

Intinya sih, menurut saya, gunakanlah klakson sesuai sebab yang jelas menggugah kita untuk memencetnya. Jangan asal klakson dan jangan juga sampai tidak mau menggunakannya sama sekali. Tergantung situasi dan kondisi. Iya gak sih?

Dalam hubungan dengan sesama manusia, klakson ini bisa dianalogikan dengan 'teguran'. Semacam 'warning' atau bentuk perhatian orang lain terhadap kita. Kita perlu menegur atau ditegur orang jika melakukan penyelewengan. Entah itu dengan cara yang kasar atau halus. 

Kenyataannya, memang tidak semua orang mau ditegur. Tetapi, jika kita melakukannya dengan cara yang baik di saat yang tepat, in sya Allah tidak masalah. Kalaupun marah, mungkin saja itu hanya sesaat dan setelahnya malah membuat orang tersebut berpikir; atau marah lalu menutupi malunya dengan melawan; bisa jadi kan? Ah, anggap saja begitu :b

Jadi, jangan ragu untuk menggunakan klakson. Klakson baik-baik yaaa... ^.^

Senin, 08 Juni 2015

Pilih: Sesal Mengenang atau Mengenang Sesal

Tidak adakah dirimu 
Yang selalu membesarkan hatiku
Mengingatkan aku pada keindahan
Membuatku kagum dalam diam
Mencipta debardebar harapan
Mengenangkan masa kebersamaan 

Tidak adakah dirimu
Yang nyata adanya
Yang benar tanpa cela (owh!)
Yang tersenyum penuh arti senantiasa
Yang membuatku mencinta
Yang memaksa keluar bulir-bulir haru
Yang mendesakku untuk menyunggingkan garis bibir termanis 

Sungguh,
Aku rindu akan dirimu
Sangat rindu
Rindu sekali 

Namun, apa daya
Saat ini yang mampu kulakukan hanya
Menatap lamat
Mengintip sesekali
Menyimak perjalanan
Menyesal? 

Andai tiada andai
Andai tak ada tidak ada
Andai kita bisa bersama 

::ditulis dengan kerinduan yang sangat menyesakkan, hingga ia menjelmakata-kata. Inilah. -


---Apa yang bisa ditangkap dari bait-bait puisi di atas?
Sebenarnya, itu ditulis saat saya memposisikan diri sebagai  seorang kawan yang mengalami kegalauan akan perasaannya. Saya tidak tahu persis apa yang sedang dialaminya. Beliau sedang teringat masa lalu sebelum menikah dan –entah karena suatu sebab- saat ini dia sedang ingin saja mengenang masa saat dia menyukai seseorang yang menurutnya sangat baik dan sempurna (di matanya). Yang saya tangkap, ada semacam benih-benih penyesalan. Mengapa dia harus mengalami pernikahan yang –ternyata- banyak tersandung masalah, sering terjadi cekcok dengan pasangan maupun keluarganya, belum merasa bisa klop dengan pasangan, dan lain-lain. 

Huff, gimana ya...Poin no body’s perfect, adalah suatu keniscayaan yang harus disadari penuh oleh dua manusia yang akan bersatu dalam pernikahan, apalagi jika pernikahan itu tidak melalui proses perkenalan yang panjang, lama, dan detil. eh gak juga ding, yang proses perkenalan pra nikahnya panjang-lama-detil, juga harus menyadari :p Kenapa? Ya karena tidak ada manusia yang sempurna, betul? 

Kenangan akan masa lalu dan perhatian kita akan perkembangan teman-teman yang mungkin kita anggap lebih beruntung dari kita, akan membuat kita merasa ‘salah jalan’ / ‘salah pilih’ / ‘salah apalah apalah’, jika kita tidak bersyukur. Kuncinya adalah saling menerima dan saling memperbaiki. 

Tanpa saling, memang akan terasa berat. Jika saat ini kita belum menemukan pola komunikasi yang pas, teruslah mencari cara agar komunikasi kita dengan pasangan dan keluarga bisa menghasilkan solusi dan meminimkan salah paham. Jika saat ini kita masih berat melepaskan kebiasaan lama yang memberatkan pasangan atau membuatnya tidak suka, teruslah berusaha untuk memperbaiki. Jika saat ini masih sering berantem karena urusan sepele, teruslah mencoba untuk meredam emosi, menenangkan diri, berpikir jernih, dan memilih sikap terbaik agar tidak saling melukai. dan seterusnya, masih banyak yang bisa dijalani bersama, dievaluasi bersama. In sya Allah, akan selalu ada jalan keluar. KECUALI, jika kita masih terus menjebakkan diri dalam angan masa lalu dan penyesalan melulu. 

Memperlakukan kenangan dengan baik, bukankah itu seharusnya menguatkan? Memotivasi?Misalnya saja, kenangan akan masa kecil yang penuh keterbatasan, sering kesulitan ketika memenuhi keinginan, sering diganggu, atau katakanlah masa suram lain, maka seharusnya menjadi alasan kuat untuk terus berjuang memperbaiki keadaan, menjadi tidak minder karena memang harus menghadapi pilihan pahit –mau tidak mau-, atau menjadi penyayang kepada yang senasib. Tapi, akan berbeda jika kemudian memilih untuk malah berbuat jahat, membalas yang dulu pernah mengganggu, atau ikut-ikutan menyulitkan orang lain agar ikut berpengalaman merasakan kepedihannya dulu. Eh, gak pas ya contohnya, he he...

Okelah, atau contoh lainnya, kenangan akan orang yang baik, dampak positifnya untuk saat ini adalah mendorong kita untuk menjadi ikutan baik. Mengenang kawan yang baik hati, suka menolong, rajin berkarya, dan lain-lain, seharusnya kan mendorong kita untuk ikutan menjadi baik hati, suka menolong , rajin berkarya, dan lain-lain. Sebagaimana seorang atheis yang pernah bertanya, ‘mengapa muslim harus berdzikir, memuliakan Tuhannya, bukankah Tuhannya sudah mulia?’ Secara psikologis, manusia akan mengikuti yang di’puja’nya, yang di’mulia’kannya. Walaupun mungkin dalam kenyataannya belum menyamai atau masih ‘malas-malasan’. 


Kenang-kenang
Jika itu berguna
Jangan mengenang
Jika itu memanjangkan angan saja 

Kenyataan saat ini bersama siapa
Itulah kondisi terbaik yang harus kita syukuri dengan lapang dada
Manusia memang banyak ingin dan tempatnya alpa
Oleh karenanya, saling genggam tangan dan beriring meniti bahtera 

Kamis, 28 Mei 2015

Curhat Gegana

Kurasa bukan anak kandung
Perlakuan ibu bapak, begitu berbeda
Jika kubanding-banding, aku tidak seberuntung kakak tertua
Juga tidak seperti adikku yang selalu beruntung

Aku masih dalam lelah, berjuang bersama orang terkasih
Orang terkasih yang dipandang sebelah mata
Oleh keluargaku sendiri.. dan selalu mengajak berselisih
Kami dianggap rendah hanya karena lebih tidak berpunya

Curhatku ya Allah, pada Engkau Yang Maha Kuasa
Bukan ku tak terima ini semua
Hanya saja sangat sesak terasa di dada
Bolehlah kiranya aku juga berbagi dengan rekan sejawat yang kupercaya

Dan, adalah ia. Seorang wanita yang mulanya kuanggap kaku
Namun, sungguh ia berasa tulus dalam berkawan
Akhirnya tercetus sebuah pengakuan yang selama ini kututup malu-malu
Tentang keluarga, teman, dan semua yang memberatkan perasaan
Ia dengarkan lamat-lamat dan penuh perhatian

Tanggapannya sungguh tak kuduga
Ia sepertinya berempati ,(bahkan sempat kulihat) matanya berkaca
Pesannya singkat saja:
“Mungkin perlu kau luaskan lagi wadah lapang dada”

Ya, ia dengan senyum
-yang lebih sering kuanggap sebagai seringai-
Melanjut bertutur seakan sedang ber-monolog
: Bahagia itu bersyukur, bersyukur maka bahagia.
: Mendongak ke atas, menunduk ke bawah, sama-sama menyakitkan jika terlalu lama.

Teman, kumohon jangan pernah ceritakan
Keluh kesah sedih yang telah kutumpahkan
Aku sebenarnya malu, tapi mau tak mau harus mau
Menerima nasihatmu


-----
Curhat itu boleh saja, asal pada secukupnya, pada orang yang memang dipercaya mampu menjada rahasia. Jangan berlebihan bercerita, karena rekan kita juga mungkin punya masalah serupa atau bahkan lebih berat daripada kita. Curhat pada Allah sangat perlu, berdo’a pada Allah apalagi. Berdo’alah agar kita diberikan kepahaman dalam mengartikan pengalaman; menganalisis masalah dan memilah solusi yang bisa dijalani. Cobalah untuk menemukan trik untuk diri sendiri ketika masalah dirasa sangat menggelisahkan. Kita boleh saja melegakan hati, misal dengan:
-          Berjalan kaki sepanjang sekian kilo sembari merenung
-          Beribadah dengan frekuensi yang semakin rapat dengan cara yang tepat
-          Makan minum asupan yang disukai dengan biaya sendiri
-          Berdiam diri dengan tetap menjaga pikiran positif
-          Dan sebagainya

Yang paling penting adalah kita tetap berusaha menjaga diri dari sikap berlebihan. Karena hal tersebut adalah pintu setan untuk menggelincirkan kita kepada kekufuran. Jangan pernah berpikiran untuk bunuh diri, seberat apapun masalah yang melanda diri kita. Tidak sedikit manusia yang mengambil langkah praktis dnegan bunuh diri, padahal sesungguhnya dia sedang mebentangkan masalah terbesar sepanjang hidup dan matinya.

Tetap semangat! Jaga semangat!


*buah dicurhatin*

Jadilah!

Jadilah laut!
Ia luas. Biru menenangkan
Dari hulu air manapun yang bertemu,
jernih – keruh, bening – berwarna, wangi – busuk,
tak ada yang ditolak.
Welcome.
Akan asin seluruhnya.
Jadilah gunung berhutan!
Ia menjulang. Hijau menentramkan.Tetanaman bebas tumbuhAsal mampu bertahan, mau kerdil mau subur: itu kontribusimelebatkan formasiJauh sedap dipandangDekat jadi waspada
Jadilah savana!
Ia kering. Tapi ramai.
Walau satu mendominan
Ternyata tetap indah
— Ooii, bukan berarti ia benar sendiri
Lihat itu, ada yang lain di sela-sela. Perdu. Pohon.
Dan tentu saja beberapa mamalia senang berlarian, bermain, mengejar mangsa
Juga lainnya yang kasat mata,
membuatnya hidup.
Atau jadilah sawah.
Ia melulu. Hijau kemudian menguning.
Begitu seterusnya.
Dibajak, diinjak, dibebankan rupa-rupa pupuk. Juga racun.
Demi menopang hidup penghasil bulir-bulir
yang juga kelak akan menopang hidup makhluk lain
Harapan menumpu padanya.
— Dalam lelah, sempat-sempatnya ia mempersilakan yang lain menyela, numpang hidup juga.
Kalau tidak, bisa juga jadi langit.
Ia tinggi. Sesak.
Yang memandang mengira ia plinplan
Kadang biru-putih-abu-hitam-jingga
Padahal ia bening saja
Nyaris tak terlihat, tapi dengan bersama
ia berguna
Yang lain belum cermat saja, atau pura-pura tak tau bahwa ia lah yang menampung kesah uap sampai berat,
menahan diri rapatrapat hingga mengucurkan deras kesejukan, kena semua.
Ah, jadilah apapun!
Ia yang nyata.
Yang menelisik sisi lebih lebih lebih
Kemudian sibuk
Menggubah drama beralur gembira
Memilih peran yang tepat,
entah pemeran utama, pemeran pembantu
atau sekedar figuran
Jadilah apapun!
Asal itu benar, kau.
Dan baik.

http://flpbogor.org/2014/05/jadilah/#more-123

Kamis, 08 Januari 2015

It's Amazing (Jem)

Lagi seneng denger nada lagu ini. Kebetulan jadi backsound iklan program di G*oba* tipi. 
Pesan dalam lirik juga cukup bagus. Motivate us to reach the dream, as soon as possible.

Ni tak copas liriknya:

^^
--
Do it now
You know who you are
You feel it in your heart
And you're burning with ambition

At first, wait,
Won't get it on a plate
You're gonna have to work for it harder and harder
And I know
'cause I've been there before
Knocking on the doors with rejection (rejection)
And you'll see
'cause if it's meant to be
Nothing can compare to deserving your dream
It's amazing,
It's amazing all that you can do
It's amazing,
Makes my heart sing
Now it's up to you
Patience, now, frustration's in the air
And people who don't care
Well, it's gonna get you down
Don´t be embarrassed, don´t be afraid
Don´t let your dreams slip away
It's determination and using your gift
Everybody has a gift
Never give up, never let it die
Trust your instincts and most importantly
You´ve got nothing to lose
So just go for it

Nada dan lagunya bisa didengar di:

Rabu, 07 Januari 2015

8 CARA MUDAH DUKUNG FILM KMGP!

Screen Shot 2014-09-12 at 8.42.37 AM  10676359_10204817103009755_22688460455191196_n

Bisakah sebuah film yang diangkat dari buku, muncul dengan mempertahankan idealisme penulis dan masyarakat pembacanya? Bisakah film itu mempertahankan spirit/ ruh bukunya tanpa harus dikebiri oleh pihak yang mementingkan keuntungan semata? Bisakah penulis dan masyarakat mengambil peran memenangkan gagasan asli dalam buku sekaligus menjadikan film tersebut laris? Jawabannya tentu BISA!
Cerita remaja legendaris Ketika Mas Gagah Pergi (KMGP) sebenarnya telah ditawar oleh tiga PH, namun belum berhasil diproduksi karena idealisme yang tidak ketemu. Pasalnya sang penulis ingin mempertahankan gagasan dan spirit buku tersebut, serta tak mau kisah yang memiliki ikatan emosional selama lebih dari 20 tahun dengan pembacanya itu saat difilmkan malah “jauh” dari bukunya, dan sekadar menjelma hiburan tanpa makna.
Tapi bagaimana caranya agar kisah ini bisa jadi film dengan spirit sesuai bukunya dan tetap dapat unsur komersilnya?
SAATNYA CALON PENONTON TERLIBAT!
Yuk dukung dan wujudkan Film Ketika Mas Gagah Pergi (KMGP)! Caranya mudah kok ^^
  1. Jadilah relawan dengan like Fan Page Sahabat Mas Gagah di FB! Posisikan diri sebagai “Sahabat Mas Gagah” yang sebenarnya! Ajak kawan-kawanmu ikut like agar capai 1 juta orang di fan page ini!
  2. Follow twitter @kmgpkita dan @sahabatmasgagah agar selalu bisa update info terbaru proses wujudkan film KMGP ini. Jangan lupa sertakan hashtag‪#‎KMGPKita‬ ‪#‎KMGPUbahHidupSaya‬ ‪#‎SahabatMasGagah‬ ‪#‎MasGagahKeren‬ dan semacamnya sesuai arahan akun twitter resmi di atas.
  3. Turut mengganti avatar dengan hal terkait KMGP sebagai bentuk dukungan
  4. Pahami apa, mengapa dan bagaimana KMGP serta upaya yang kita lakukan untuk wujudkan filmnya, tambah terus wawasanmu seputar Kisah KMGP, Mas Gagah, Gita dan spirit mereka. Lalu update/sharing tentang hal-hal terkait, sesering mungkin di sosial media (twitter, FB, instagram, path, dll).
  5. Ramaikan lomba serta acara-acara KMGP yang diadakan di sosial media maupun dalam berbagai pertemuan, termasuk KMGP Casting Online di youtube.
  6. Ikut aktif membangun komunitas “Sahabat Mas Gagah” di wilayah atau sekitarmu. Bisa di sekolah, kampus, karang taruna, remaja masjid, pesantren, bahkan kantor dan yang lainnya. Kamu bisa hubungi Forum Lingkar Pena terdekat di wilayahmu untuk membantu, atau
    hubungi Risty di 08121056956 bila ingin mengundang Helvy Tiana Rosa serta kru yang terlibat dalam proses ini untuk mendeklarasikan “Komunitas Sahabat Mas Gagah”, sambil berdiskusi tentang buku KMGP, pemuda Indonesia atau bisa juga sambil mengadakan pelatihan menulis.
  7. Ikut menyumbang sebisa kita melalui pendanaan gotong royong (crowd funding) yang terus dibuka sampai film ini terwujud. Dana bisa disalurkan ke:
    1). BSM Cabang Dewi Sartika 7033101858 atas nama Lembaga Forum Lingkar Pena
    2). Bank Mandiri Cabang Margo City Depok 1570087778883 atas nama Lembaga Forum Lingkar Pena
    3). BNI Syariah cab Margonda 0259296140 atas nama Yayasan Lingkar Pena
    Konfirmasi donasi via sms ke 082114082828
    Format korfirmasi: Nama Pendonasi_JumlahDonasi_RekeningDonasiYgdi tuju. Contoh: Ramadhan F_Rp 1.000.000,-_BSM
    Pelaporan donasi akan dilakukan di web resmi www.masgagah.com
    FYI, dengan menyumbang untuk film ini berarti kita telah turut menanam pohon, menyediakan suplai oksigen, membantu petani, membantu kegiatan literasi anak negeri serta menyumbang untuk anak-anak dan perempuan Palestina. Baca keterangan lengkapnya juga di www.masgagah.com atauwww.sastrahelvy.com
  8. Saat filmnya terwujud, dukung dengan menontonnya dan mengajak seramai mungkin kerabat dan sahabat nonton bareng.
TERIMAKASIH TELAH MENJADI SAHABAT MAS GAGAH! :’)

dicopas dari http://sastrahelvy.com/2014/10/11/kamu-bisa-jadi-bagian-dari-sejarah-film-kmgp/