nellysapta

nellysapta
kering berseri (rimbo pengadang-lebong-bengkulu 2014)

Kamis, 13 Agustus 2015

Fajar Islami, Anak Istimewa dengan Cerebral Palsy yang Hafiz Qur'an

Fajar Islami Abdurokhim Wahyudiono (11 tahun) adalah seorang anak dengan cerebral palsy, yaitu suatu kondisi terganggunya fungsi otak dan jaringan saraf yang mengendalikan gerakan, daya pikir, pendengaran, dan penglihatan. Beberapa waktu lalu, kabar tentangnya mencengangkan banyak orang. Mengapa? Karena ternyata, walau dengan kondisi demikian, Fajar -begitu ia disapa-, sudah hapal 30 juz Al Qur'an sedari usia balita. 

Berikut video liputan Fajar di suatu acara berita di televisi swasta nasional:

Masyaa Allaah...
Terharu, sekaligus terpalu. 
Terharu membayangkan perjuangan Fajar kecil dan orang tua serta keluarganya dalam mengasuh anak istimewa tersebut. Tentu sebuah ujian yang tidak mudah dihadapi mereka. Kita sebagai orang di luar lingkaran keluarga mereka, hanya bisa mengagumi dan terkesan setelah melihat hasil sebagaimana yang sudah terjadi. 
Terpalu, karena teringat akan diri kita yang banyak excuse baik dalam membaca, mentadabburi, menghapal, maupun mengamalkan nasihat-nasihat Al Qur'an. Padahal, kita  -yang sehat tanpa kendala suatu apapun, atau sekedar sakit ringan- seharusnya bisa lebih optimal memanfaatkan kesempatan dan kemudahan yang Allah berikan. 


Fajar, menurut kesaksian orang tuanya, dibacakan ayat-ayat Al Qur'an sedari kecil. Orang tuanya meyakini bahwa Al Qur'an adalah obat. Mereka juga ingin agar anaknya mendengar banyak kebaikan sedari kecil, mereka ingin Fajar hanya mendengar yang baik-baik saja, sehingga hal itu meresap ke dalam jiwa sang anak. Awalnya, mereka tidak berencana menjadikan Fajar sebagai hafiz Qur'an. Namun ternyata, kebiasaan mereka memperdengarkan ayat-ayat Al Qur'an kepada Fajar, membuahkan kecintaan yang besar kepada Al Qur'an, bahkan Fajar mampu menghapal Al Qur'an hingga 30 juz pada usia 4,5 tahun. Allaahu Akbar.



Mempunyai anak yang sehat tentu keinginan semua orang tua. Tapi, kenyataannya, banyak juga orang tua yang dianugerahkan anak-anak istimewa dengan penyakit bawaan sedari lahir. Sungguh, itu adalah ujian yang berat bagi orang tua, apalagi jika penyakit yang diderita sang anak cukup jarang terjadi. Bisakah kita membayangkan jika kita berada di posisi orang tua Fajar? *anak panas aja rasanya sedih sekali, apalagi....*


Fajar, bercita-cita menjadi Imam Masjidil Haram. Menurutnya, menghapal Qur'an itu mudah, tidak sulit. Ust. Yusuf Mansur -yang dikenal luas mempunyai lembaga yang fokus membina muslim yang ingin menghapal Al Qur'an-, yang dihubungi terapis Fajar, kemudian membantu dan mendukung Fajar untuk menjaga hapalan Qur'annya, bahkan mengajak Fajar untuk mengikuti kompetisi Hifdzil Qur'an di Mekkah. Alhamdulillah, pada 12 Agustus 2015, kembali tersiar kabar bahwa Fajar dan keluarganya (Pak Joko Wahyudino dan Ibu Heny) mendapat hadiah berhaji tahun ini dari Duta Besar Arab Saudi. Fajar juga in sya Allah akan dipertemukan dengan Imam Masjidil Haram Dr. Abdurachman Assudaish, orang yang dikaguminya (berita lengkap di sini).


Sebagai umat muslim, termasuk saya pribadi, kita harus meyakini bahwa Allah memberikan ujian sesuai dengan kadar kemampuan hamba-Nya. Ujian yang diberikan, tentu sebenarnya disertai dengan jalan keluar. Tugas kita adalah berusaha menghadapi dengan sebaik-baiknya dan sabar menjalaninya. Bicara memang mudah, ya... ;'(


Barokallaah ananda Fajar,
Semoga berkah dan rahmat Allah senantiasa besertamu dan keluargamu.
Terimakasih sudah menegur kami yang sekian lama sudah lalai dari mencitntai Al Qur'an.
Terimakasih sudah memperingati kami untuk kembali membaca dan menghapal Al Qur'an.
Terimakasih atas inspirasi dan motivasi yang kau tularkan ke dalam hati kami untuk yakin akan janji Allah "Sesungguhnya Kami yang menurunkan Al Qur'an, dan sesungguhnya Kami benar-benar akan memeliharanya."
Terimakasih atas aliran semangat yang kau tunjukkan dari buah kecintaanmu pada Al Qur'an.




DIVERSITY : dream, believe, achieve



Diversity yang saya bahas di sini adalah sebuah grup tari asal Inggris yang berhasil memenanngkan Britain Got Talents 2009 lalu. Ketauan ya saya suka nonton acara ajang pencarian bakat semacam ini ;b 

Tidak sering sih, hanya beberapa kali saja iseng untuk melihat perkembangan dunia entertain (hiaksss) dan melihat beragam kreativitas yang seringnya memang kalo dalam ajang besar semacam ini, baik itu tingkat satu negara atau benua, banyak melahirkan hal-hal aneh, out of the box, inspiring bagi insan yang hidup di dunia hiburan. 

Sebenarnya kebetulan saja saya menemukan Diversity. Kata kunci yang saya gunakan biasanya 'got talent winner', jadi biasanya yang tampil emang yang bagus-bagus hehe... Dan benar saja, sepertinyaaa... Diversity ini menjadi salah satu penggebrak bangkitnya kembali tarian street dance, grup-grup yang berasal dari 'jalanan' atau bukan dari kalangan profesional. Lihat saja video di atas. Itu tahun 2009 ya. Setahun setelah saya lulus kuliah s1 (lahhh... haha).

Diversity, melalui official webnya di sini, menceritakan bahwa mereka lahir pada tahun 2007. Awal melihat penampilan mereka di yutub sih, anggota mereka berjumlah 11 orang. Tapi, yang tayang di website tersebut sekarang hanya 8 orang. Yang 2 orang lainnya? Nggak tau juga deh :b Yaa..biasalah ya, mungkin dalam perjalanan karir mereka, ada masalah atau suatu kesepakatan lain. Gak perlu tau juga sih saya mah hehe...

Motto grup tari ini adalah :
Dream, Believe, Achieve

kira-kira maksudnya adalah bermimpilah, percayalah, dan capailah. Hm, nice ya.

Sebagaimana para peserta lain di acara-acara semacam pencarian bakat ini, memang sebagian besar berawal dari mimpi mereka, dengan beragam motivasi dan tujuan. Ada yang ingin sekedar terkenal dan berpeluang menjadi kaya, ada yang ingin menyalurkan bakat dan menyebarkan / kampanye tentang bakat tersebut sehingga banyak orang yang meminatinya, ada yang sekedar ingin tampil biar masuk tivi, atau karena hal lainnya. Kalo Diversity ini, mereka menyatakan bahwa mereka memang terbentuk dari anggota yang menyukai tari dan ingin profesional di bidang ini. Harus sevisi memang ya. Kalo tidak, bisa berabe deh ngurusin banyak orang dengan latar belakang berbeda dalam suatu grup. Apalagi, tarian grup harus benar-benar kompak, saling mengenal dan memahami peran dan potensi masing-masing. 

Ada beberapa orang yang menonjol dalam grup Diversity ini -menurut saya-, yaitu Ashley Banjo (sering menjadi koreografer bagi grup ini sekaligus yang berpostur paling tinggi), Mitchell Craske dan Perri Kiely (dua anak kecil dalam grup ini sehingga penampilan mereka cukup terlihat menonjol, apalagi Perri yang memiliki rambut kribo khas :b).

Yang saya suka dari penampilan mereka adalah inovasi dan gerakan energik-kompak dalam tiap shownya (maksudnya, dari video-video yang ada, baik itu dari masa tanding hingga seterusnya). Di tanah air, sedikit grup tari yang ikut ajang pencarian bakat semacam ini, yang bisa konsisten mempertahankan energi dan kekompakan. 

Oia, mereka juga menjadi mendukung anti-bullying... bagus lah :)


--

Kita bisa menyadur perjalanan Diversity dalam memperjuangkan profesionalitasnya. Mereka tetap kompak sampai saat ini, dan terus mengembangkan potensi grupnya. Kita juga, jika ingin profesional di suatu bidang, harus sungguh-sungguh, tidak berhenti belajar, tidak redup atau lemas karena masa jaya telah lewat, dan sebagainya.


Bahasannya cetek banget yak. Emang tidak bermaksud membahas panjang-panjang sih hehe... Cuma mengisi penat nulis laporan #halahgayamuuuuu


Minggu, 09 Agustus 2015

Setelah Habis Ramadhan

Ramadhan merupakan sarana tarbiyah, menuju ketaqwaan. Banyak yang merasa masih berada dalam suasana Ramadhan. Banyak juga yang sudah lupa. 

 sumber : sini

Ada tiga golongan orang pasca Ramadhan, diantaranya:
  1. Golongan yang tetap taat dalam kebenaran dan kebaikan; Mereka menjadikan Ramadhan sebagai ghanimah ruhaniyah. Dia merasa Ramadhan menjadi kesempatan besar untuk semakin dekat pada Allah. 
  2. Golongan yang kembali 'kumat' kepada asal. Mereka merasa terjajah hawa nafsunya selama Ramadhan. Seakan Ramadhan seperti racun nyamuk saja
  3. Golongan yang biasa-biasa saja, menganggap Ramadhan biasa saja, tidak ada sesuatu yang istimewa. 


Timidzi meriwayatkan, "Rugilah orang yang memasuki dan menjalani Ramadhan sementara dosanya tidak Allah ampuni."

Kemana pahala sebagian orang-orang yang menjalankan ibadah Ramadhan?  Ternyata  sebagian besar pula, hanya menahan haus dan lapar. 
sumber: sini


Abu Hurairah meriwayatkan,"Balasan dari kebaikan adalah dia mengambil kebaikan berikutnya." Lahir lagi kebaikan selanjutnya, setelah melakukan kebaikan. Ingin seperti itu tidak? Itulah salah satu tanda amalan kita diterima. 

Lalu, bagaimana tanda amalan kita ditolak? Yaitu ketika pasca Ramadhan, kita tidak sanggup lagi melaksanakan kebaikan.

Kita sering berdo'a agar istiqomah. Sedang istiqomah adalah ketaatan dan keikhlasan dalam beramal. Maka, kita harus terus memperbaiki kualitas amalan kita. Yuk!
Semoga amal Ramadhan terus terjaga di bulan selanjutnya (sumber: sini)


Terjemah Qur'an Surat Al Fushilat ayat 8,"Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan, mereka mendapatkan pahala yang tidak ada putus-putusnya." Orang-orang itu tidak berhenti berbuat kebaikan. #onestopgiving

Parameter sukses ibadah Ramadhan kita:
  1. Kita menjadi orang yang ikhlas.
  2. Kita semakin ringan dan nikmat melakukan amal kebaikan di luar Ramadhan.
  3. Kita semakin jauh dari maksiat. Waktu kita lebih banyak untuk  mendekatkan diri kepada Allah.
  4. Kita semakin cinta pada Al Qur'an.
  5. Menjaga kedermawanan.
  6. Loyalitas kepada islam, semakin kokoh.
  7. Bayak.do'a yang terkabul
  8. Semakin mendalami.ilmu agama sehingga dilimphakan kebaikan 

Yuk, evaluasi diri kita masing-masing :) Sukseskah Ramadhan kita?

Berikut ada beberapa tips menjaga keistiqomahan pasca Ramadhan:
  1. Biasakan puasa sunnah setelah Ramadhan. Banyak sekali manfaat puasa. Salah satunya dapat membuka kebaikan, diantaranya membuka pintu rezeki, menjaga kesehatan, dll.
  2. Biasakan qiyamul lail.
  3. Biasakan tilawah Al Qur'an dan mentadabburinya.
  4. Biasakan bersedekah.
  5. Biasakan berdzikir.
  6. Mendatangi majelis orang sholih.
  7. Meningkatkan ketaqwaan dan menjaga amal seperti ketika Ramadhan.


Catatan;
Sering sekali kejadian kembali 'futur' pasca Ramadhan. Mengapa hal itu terjadi? Kemungkinan besar karena sebagian besar kita terlalu mengelu-elukan momen Ramadhan untuk kulit luarnya saja, tetapi tidak sampai mendalami maknanya secara benar. Oleh karena itu, sebaiknya jangan terlalu menspesialkan momen Ramadhan, karena bisa jadi setelah Ramadhan kita lupa lagi. Bukan momennya yang kita spesialkan. Tapi, spesialkan Allah! Tetaplah spesialkan Allah. #ntms

Jumat, 07 Agustus 2015

Numpak Cirebon Ekspress

Naik kereta jarak jauh memang menyenangkan, ketimbang bis. Gak pake goyang ekstrim, ngetem lama, atau kejebak macet. Apalagi sekarang, tampaknya pengelolaan kereta api lebih apik. Tidak sumpek, khususnya untuk kereta ekonomi yang dulunya terasa sesak tidak beraturan.

Ini kali ke-2 saya menggunakan kereta api Cirebon Ekspress untuk keperluan perjalanan dinas. Kali pertama, saya mencoba kelas eksekutif. Kursinya empuk dengan alas beludru. Beda-beda juga sih, alas kulit juga ada. Modelnya satu-satu layaknya tempat duduk bis eksekutif. Kali ke-2 ini, saya mencoba kelas bisnis. Ternyata tidak kalah nyaman. Kursinya memang tidak seempuk dan sebagus kursi dalam kelas eksekutif. Modelnya memanjang dengan alas berbahan kulit. 

 kursi bisnis Cireks (dok pribadi)

Harga kursi di kelas bisnis maupun eksekutif berbeda-beda. Kelihatannya, tergantung posisi tempat duduk. Untuk tempat duduk di ujung-ujung gerbong, harganya lebih murah. Sepengamatan saya sih begitu. Keberangkatan tadi pagi, pukul 06:00-09:04 saya mendapat tiket seharga 100.000 (dikurangi diskon 7500), sedangkan untuk pulang pukul 15:15-18:19, saya mendapat tiket seharga 150.000. Ternyata, jika memesan secara online, di Ind*mar*t, atau melalui mesin tiket di stasiun, kita akan mendapat diskon sesuai banyaknya tiket yang dipesan. Misal, jika memesan 1 tiket, mendapat diskon 7.500; jika memesan 2 tiket, mendapat diskon 22.500; dan seterusnya *gk hapal ^^*

tiket berangkat (dok pribadi)

Layanan cetak tiket memang membantu penumpang, sehingga tidak perlu mengantri lama di loket. Kita cukup memesan online atau di toko yang menyediakan jasa penjualan tiket, kemudian mendapatkan kode booking. Lalu, setibanya di stasiun keberangkatan, kita bisa mencetak sendiri tiket memanfaatkan mesin pencetak tiket otomatis.

mesin cetak tiket (sumber internet)

Di hari-hari biasa ini, penumpang kereta api lintas kota, lintas provinsi cukup banyak. Gak kebayang masa lebaran kemarin, pasti penuh sesak. Heeuu...

Kalo lagi dinas gini, teringat Tsaqif yang sangat suka naik kereta. Kapan-kapan kita wisata make kereta ya, Qif! ^^

--

Cerita tambahan, 
Sebagai orang luar Cirebon yang jarang ke Cirebon menggunakan angkutan umum, sesampainya di stasiun Cirebon, -seperti stasiun pada umumnya siiiih- banyak porter, tukang ojek, tukang becak, maupun taksi yang menawarkan jasa menolong kita. Tapi, tunggu dulu...

Ada baiknya, kita mempersiapkan diri sebelum menggunakan angkutan umum dari stasiun:
- Jika memungkinkan, caritau jarak stasiun ke lokasi tujuan (agar bisa memperkirakan ongkos ke sana, sehingga tidak kemahalan)
- Jika jauh, jangan sekali-kali nanya ke tukang becak. Mereka gk bakal nolak. Tapii.. Menurut info, bisa-bisa kita diberhentikan di tengah jalan. Jadi, kalo jarak jauh, ada baiknya kita menggunakan taksi atau angkot. Jalan sedikit ke luar, ada banyak angkot kok. Angkot D5. Bahkan kita juga bisa minta supir mengantarkan kita ke tujuan. Ongkosnya jelas tidak akan semahal taksi he he. 

Kamis, 06 Agustus 2015

Please Welcome, Janome 2222!

Akhirnya..... setelah melalui berbagai pertimbangan, saya jadi membeli mesin jahit. Pilihan saya jatuh pada Janome 2222. Beberapa waktu lalu saya sudah cerita kalo saya pengen banget bisa menjahit, walaupun tanpa kursus alias otodidak saja. Ceritanya bisa dilihat di sini.

Memang siiiih, ada beberapa mesin jahit yang harganya di bawah mesin jahit pilihan saya ini, dan ada juga yang harganya lebih mahal. Saya sendiri sebenarnya tidak tau persis apa alasan saya sehingga kekeuh memilih Janome 2222 ini untuk menjadi teman jahit saya nantinya. Kemungkinan besar saya tertarik oleh spesifikasinya dan harganya yang relatif lebih murah dibanding mesin jahit lain dengan spesifikasi yang sama. Berikut ini spesifikasi dari Janome 2222:

Fitur:
  • Mempunyai 24 Jahitan + 1 Fungsi Lubang Kancing
  • 1 Langkah Membuat Lubang Kancing
  • Pemasuk Benang ke Mata Jarum (otomatis)
  • Ada Spool bawah
  • Ada Pengatur Panjang Jahitan
  • Ada Pengatur Lebar Jahitan
  • Ada Hard Cover
  • Ada Cutter
  • Ada Bonus Paket Sepatu Quilting
  • Ada Manual Book
  • Ada Lampu
  • Ada Tombol Maju Mundur
  • Bisa free arm sewing
  • Bisa Jahit SS
  • Bisa Jahit Tebal Maupun Tipis
  • Bisa Jahit Kaos

Apa saja yang ada di dalam kardusnya?
  • 1 Unit Mesin JANOME 2222
  • 1 Foot/Pedal Controller
  • 1 Booklet Instruction Manual (English)
  • 1 Hard Cover/Koper Mesin
  • 1 Tool Kit Set yang disediakan JANOME (sepatu lobang kancing, sepatu overcasting, sepatu kelim, sepatu satin stitch, sepatu bodir, sepatu even feed walking foot, sepatu semi obras, sepatu zipper, oil, obeng, jarum, spool, dll.)
  • Garansi 1 Tahun

Mengapa Janome? Padahal tadinya mau merk Singer aja karena sudah banyak yang menggunakan dan saya cukup tau (bener-bener cukup tau aja dengan merk Singer, hehe...). Tetapi, dari hasil baca-baca dan cerita teman-teman, Janome dikenal ‘paling tangguh’. Walaupun yaaa... pada prinsipnya, ketangguhan atau ketahanan mesin jahit juga tergantung perawatan pemakainya juga kan ya :))


Ini nih bentuk mesin jahit Janome 2222 saya:

Gak ngerti juga itu bisa dikatain cakep atau nggak. Modelnya ya biasa saja, seperti mesin jahit portable pada umumnya :)


Oia, karena bagi saya harga mesin jahit ini cukup menguras kantong, (tadinya) saya berencana mengikuti program cicilan dari tempat belanja online langganan saya (halah gayanya hehe...). Blibli bisa cicil sampai 12 kali 0%, Lazada bisa cicilan maksimal 3 bulan. Tawaran Blibli memang menggiurkan, tetapi ternyata harganya lebih mahal (sedikit sih..tapi teteup aja haha) daripada Lazada. Saya juga melihat di Elevenia. Satu hal yang saya perhatikan adalah: penjualnya sama yaitu SJS alias Service Jaya Supplier. Hmm... Lalu, saya putuskan melakukan sedikit investigasi terhadap penjual ini. Trusted gak?


Gugling dimulai. Mudah saja ternyata. SJS cukup berpengalaman di bidang pengadaan mesin jahit. Dari beberapa review di womendaily juga saya melihat banyak anggota yang membeli mesin jahit di toko ini. Ada yang langsung ke tokonya yang berada di kawasan Jakarta Barat, ada juga yang membeli secara online. Saya juga menghubungi kontak yang ada di website SJS, lewat whats app.
NS :  “Salam. Admin SJS, boleh tanya tidak?”
A : “Boleh”
NS : “ Ini SJS juga yang suplai ke lazada dan blibli itu ya? Saya masih bingung milih mesin jahit.”
A : “Yes.”
NS : “Tertariknya ke Janome ns7210 atau janome 2222. Lebih bagus yang mana ya?”
A : “Untuk pakai sendiri?”
NS : “Saya pemula dan belum bisa jahit sih, hehe.. Tapi menurut saran teman-teman, mending beli yang bagus sekalian. Iya, untuk pakai sendiri.”
A : “Janome 2222 dong J”
NS : “O gt. Kelebihannya? Soale baca review 2222 masih dikit banget. Kalo 7210 udah ada beberapa. Saya mau beli yang SJS. Tapi sepertinya lewat lazada/blibli aja karena bisa kredit. Sama kan? Saya emang cenderung ke 2222 sih. Tapi maksudnya mau baca-baca biar tambah yakin, he. Kalo di amazon, review 2222 bagus semua. Tapi di sewinginsight, dikasih poin 4,5 (cukup bagus sih)” à ini mbales chat apa ngomel yak...kebiasaan.  xD
A : “Saya telpon boleh?”
NS : “Boleh.”
Akhirnya beneran ditelpon dong saya. Dijelaskan cukup detil oleh adminnya. Menurutnya, model NS 7210 dengan 2222 beda ‘level’, lagipula NS  7210 masih semi portable sehingga sebaiknya masih dipakai dengan bantuan meja. Jika tanpa meja, gerakannya ‘agak goyang’. Belum kebayang banget sih saya waktu itu ;b
Singkat cerita, karena saya mau memakai mesin jahit ini untuk saya sendiri dalam skala rumahan, untuk menyalurkan hobi (tsaaaah.....hobi baru maksudnyaaa..ha ha) dan fitur yang cukup lengkap, maka saya setuju untuk memilih Janome 2222. Hufff.... aniwei, mesin jahit ini juga mudah digunakan dan untuk jenis portable seri baru, spesifikasinya cukup bagus.


Selanjutnya, saya balik ke toko online. Harga yang tertera masih 2.300.000,- Oke, dimasukkan ke keranjang. Oia, saya memutuskan beli di Lazada aja... Nah, kelupaan tuh untuk proses pembayaran. Kenapa? Karena saya masih belum paham alurnya. Kok ribet amat ya? Nggak kayak di Blibli. Eee ternyata, bener aja, memang proses kredit ke cicilan itu baru bisa diproses setelah pembelian selesai. Maksudnya, kita mengajukan kembali ke Lazada untuk menjadi pembayaran cicilan lalu Lazada membantu proses ke Bank untuk disetujui atau tidak. Ribet ah.


Malam, saya proses pembayaran sambil meneguhkan hati. Pas ke keranjang, lhooo...harganya berubah. Horeee...malah jadi lebih murah : 2.150.000,- Nah lho.. Oke deh saya selesaikan proses pembayaran : tetap dengan kartu kredit dengan harapan bisa dicicil 0% selama 3 bulan, hehe. Tapi, saya sudah menyampaikan ke suami,”Sepertinya ini ntar bulan depan bayar tunai deh...gak bisa dipecah jadi cicilan....” (Memang harusnya kalo bisa beli tunai ya tunai aja neng :b) Haaa.... Proses selesai. Saya kabari ke SJS, memberikan nomor orderan saya di Lazada. “Baik bu, segera kami proses.” Mereka juga bilang akan memberikan bonus tambahan. 


Saya pesan Jum’at malam, Sabtu mereka kirim, Senin sampai ke rumah. Alhamdulillaah...
Sabtu saat pengiriman, SJS mengirimkan pesan bahwa,”Bu, nanti jangan kaget ya kalo tulisan ke penerimanya make tulisan tangan. Soalnya listrik mati. Sedangkan kami ingin segera mengirimkan paket ini, jadi ya tulis tangan saja......” “Oke deeeh..Makasih ya!”

Ini dia penampakan Janome saya pas nyampe ke rumah:



Dikemas rapi dalam kardus Janomenya (ya eyaaa laaaah), dilindungi buble wrap beberapa lapis, dan diberi tanda FRAGILE. Mantap dah.


Senangnya...
Saya buka kiriman tersebut malam hari saat suami pulang. Kami buka bersama-sama, dengan disaksikan (baca: direcokin) dua balita kesayangan.



Ada hard covernya. Mesin jahit lain, belum tentu ada. Memang tergantung serinya.



Pedal ini yang akan membantu saya menggerakkan mesin jahit demi menghasilkan sebuah karya haaa...


Awalnya, saya kira, itu sepatu-sepatu (sepatu quilting, sepatu ¼, sepatu lebar) yang ada dalam kardus adalah bonusnya. Ternyata, bonusnya adalah jarum-jarum jahit dan beberapa spool platik bening. “Dikit ternyata bonusnya”. Pada saat saya mencoba mesin jahit itu beberapa hari setelahnya (maklum, menunggu saat yang pas karena pulang kantor sering gak sempat mantengin mesin jahit baru ini, butuh kesiapan ekstra xixi), ternyata di dalam bagian bawah mesin jahit, tersimpan banyak kelengkapan dari Janome seperti yang ada di iklannya. Wheeeiii.. ada sepatu lainnya (sepatu ritsleting, sepatu lubang kancing, sepatu benang dua, dll), pendedel benang, dan minyak mesin jahit.


Janome 2222 ini cukup mudah digunakan. Serius. Saya adalah pemula yang memang pernah sempat menggunakan mesin jahit mini. Tapi, itu pun belum tau juga karena baru beberapa kali digunakan, mesin jahit mini saya rusak. Kapok deh. Saya pemula yang belum pernah kursus jahit sama sekali. Modal saya cuma membaca artikel jahit-menjahit dan menonton video tentang menjahit. Dengan modal itu, saya menjadi semakin bersemangat untuk mempunyai mesin jahit sendiri dan belajar menjahit. Selain itu, dibantu oleh buku manual dari Janome 2222 sendiri. Saya ikuti saja step by step-nya. Saya juga membeli beberapa buku tentang belajar jahit bagi pemula *kayak niat banget*


Buku manual Janome 2222 berbahasa Inggris dan (nebak) Spanyol.


Semoga Janome 2222 ini bisa saya manfaatkan dengan baik. Niat awalnya juga didorong oleh kenyataan bahwa harga pakaian anak-anak cukup mahal. Trend pakaian muslimah juga semakin simpel: gamis sederhana dan tudung labuh. Kayak kayaknya sih niiiiiiiih....lebih murah njahit sendiri, xixi...


Oke deh, segitu ajah.

Sabtu, 25 Juli 2015

Kontemplasi Ramadhan

Tiap insan beriman tentu
Berharap penuh akan jumpa Ramadhan
Kali ini
Kau pun begitu bukan, kawan?

Sudah berapa kali Ramadhan
kita lalui dengan sepenuh sadar?
Mungkin kala usia kita berada dalam kisaran
lima enam tujuh delapan sembilan sepuluh tahun? 
Atau baru beberapa tahun lalu?

Apakah yang kita ingat dari Ramadhan?
Apakah ia berupa makanan rupa-rupa?
Minuman beraneka?
Baju baru dengan blinkblink dan berbungabunga?
Iklan sirop, obat maag, odol, semakin gencar?
Mercon? Kembang api?
Shalat tarawih yang ramai di hari-hari pertama puasa?
Kentongan bertalu atau gebukan ember yang rutin membangunkan sahur?
Acara televisi merambah ke religi?
Harga bahan pokok semakin melangit?
Atau sekedar ingat bahwa harus melewati sebulan dengan lapar dan haus saja?

Ramadhan,
Ramadhan ini, apakah memuaskan? 
Berapa banyak checklist yang tertunaikan? 
Adakah ia lebih baik?


----

Potongan puisi itu gak kelar-kelar -_-"
Ya sudah diposting saja, hehe.. 

Ruh Ramadhan,
Kesejukannya semoga terus menyertai langkah kita ke depan. Yakin usaha sampai, in sya Allah :)


Selamat Hari Raya 'Idul Fitri 1436H, all ^^

Doa Rasulullah menjelang akhir Bulan Suci Ramadhan :
للَّهُمَّ لاَ تَجْعَلْهُ آخِرَ الْعَهْدِ مِنْ صِيَامِنَا إِيَّاهُ، فَإِنْ جَعَلْتَهُ فَاجْعَلْنِيْ مَرْحُوْمًا وَ لاَ تَجْعَلْنِيْ مَحْرُوْمًا

Ya Allah, janganlah Engkau jadikan bulan Ramadhan ini sebagai Bulan Ramadhan terakhir dalam hidup kami. Jika Engkau menjadikannya sebagai Ramadhan terakhir kami, maka jadikanlah kami sebagai orang yang Engkau sayangi...

Ya Rahman, terimalah  seluruh amal ibadah kami di Bulan Ramadhan ini...

Ya Wasi'al Magfirah, ampunilah seluruh dosa-dosa kami, dosa ibu bapak kami dan dosa orang-orang yang kami cintai dan sayangi karena Allah...

Ya Mujiib, kabulkanlah seluruh doa-doa kami...                                                      
"Taqabballohuminna wa minkum, Shiyamana wa shiyamakum, Kullu 'aammin wa antum bi khoiir"

~Eko, Nelly, Tsaqif, Zhafran~

Selamat Hari Raya 'Iedul Fitri, 1 Syawal 1436 Hijrah