Hiburan itu adalah dengan menertawakan diri sendiri. Semua pengalaman memberi bekas tersendiri. Tidak ada salahnya dituliskan kembali dan menjadi sejarah untuk sewaktu-waktu ditilik lagi. Menjadi istri, ibu, dan anak adalah sebuah anugerah dari Allah yang Maha Pemurah. Tulis tulis tulis!
nellysapta
kering berseri (rimbo pengadang-lebong-bengkulu 2014)
Senin, 10 September 2012
Pernah Rasa Cinta
Seorang sahabat pernah mengirimkan puisi ini kepada saya, awal 2008, sehabis kelulusan sarjana. Entah apa maksudnya. Ujug-ujug saya dikirimi ini. Haha.. *nginget-nginget ada masalah apa waktu itu* Wah... *gagal nginget*
Puisi ini memang dikirim dengan tanpa judul. Seperti luapan perasaan saja. Memang, bikin puisi -seringnya- lebih nge-ruh atau lancar banget ngarangnya kalo emosi lagi di ubun-ubun. Hehe... Tapi, saya juga tidak tau, apakah ketika menulis ini, teman saya itu sedang benar-benar meluapkan perasaannya atau sedang kebetulan saja ingin membuat puisi semacam ini. Karena kadang kita suka tertipu juga dengan status facebook, twit, atau tulisan seseorang. Belum tentu itu tentang dia! Siapa tau itu hasil pengamatannya, hasil renungannya, upayanya mengkritisi sesuatu atau alasan lain yang mungkin tidak kita ketahui dan terabai masuk list tebakan kita.
Nikmati saja ini puisi. Barangkali ada sentilan manfaat yang didapat.
*semoga sahabat yang ngirimin gak ngebaca bahwa suratnya saya publish di sini hehe...*
---
Pernahkah kamu merasakan....
Bahwa kamu mencintai seseorang....
Meski kamu tahu ia tak sendiri lagi.....
Dan meski kamu tahu cintamu mungkin tak
berbalas....
Tapi kamu tetap mencintainya....
Pernahkah kamu merasakan....
Bahwa kamu sanggup melakukan apa saja
demi seseorang yang kamu cintai....
Meski kamu tahu ia takkan pernah peduli ataupun
ia peduli dan mengerti tapi ia tetap pergi....
Pernahkah kamu merasakan hebatnya cinta....
Tersenyum kala terluka....
Menangis kala bahagia....
Bersedih kala bersama....
Tertawa kala berpisah....
Aku pernah....
Aku pernah tersenyum meski kuterluka....
Karena kuyakin Tuhan tak menjadikannya
untukku....
Aku pernah menangis kala bahagia....
Karena kutakut kebahagiaan cinta ini akan sirna
begitu saja....
Aku pernah bersedih kala bersamanya....
Karena kutakut aku kan kehilangan dia suatu saat
nanti....
Aku juga pernah tertawa saat berpisah
dengannya....
Karena sekali lagi, cinta tak harus memiliki....
Dan Tuhan pasti telah menyiapkan cinta yang lain
untukku....
Aku tetap bisa mencintainya, meski ia tak dapat
kurengkuh dalam pelukanku, karena memang
Cinta ada dalam jiwa, dan bukan ada dalam raga.
Semua orang pasti pernah merasakan cinta.. baik
dari orang tua... sahabat.. kekasih dan Akhirnya
pasangan hidupnya....
Buat temenku yg sedang jatuh cinta.. selamat
yah.. karena cinta itu sangat indah.
Semoga kalian selalu berbahagia.....
Buat temanku yg sedang terluka karena cinta....
Hidup itu bagaikan roda yang terus berputar....
Suatu saat akan berada di bawah dan hidup terasa
begitu sulit....
Tetapi keadaan itu tidak untuk selamanya.....
Bersabarlah dan berdoalah karena cinta yang lain
akan datang dan menghampirimu....
Buat temanku yang tidak percaya akan cinta....
Buka hatimu jangan menutup mata akan
keindahan....
Yang ada di dunia maka cinta membuat hidupmu
menjadi bahagia....
Buat temanku yang mendambakan cinta..
bersabarlah....
Karena cinta yang indah tidak terjadi dalam
sekejap....
Tuhan sedang mempersiapkan segala yang terbaik
bagimu....
Buat temanku yang mempermainkan cinta....
Sesuatu yang begitu murni dan tulus bukanlah
untuk dipermainkan....
Cinta bukan suatu kehampaan....
Semoga kalian berhenti mempermainkan cinta....
Dan mulai merasakan kebahagiaan yang
seutuhnya....
“Love is not about finding the right person..
but creating a right relationship. .
It's not about how much love you have in the beginning..
but how much love you build till the end.."
---
Nambah dikit ah,
Buat kawan yang dirundung kebingungan memilah pasangan hidup, yakinlah bahwa tiada manusia 'sempurna' 'tanpa cela'. Stoknya amat langka kalopun mau protes "ada kok". Akankah menanti tak pasti si beliau yang 'sempurna' 'tanpa cela' itu?
Bersiaplah dan hadapilah semua ketidaksesuaian kita dengan ia yang akan kita cinta, kelak. Sungguh, perjalanan ba'da nikah sangat panjang dan (juga) tak pasti, layaknya masa depan kita: serba tidak pasti dan tidak kita ketahui.
*lha kok jadi ke sini sini mbahasnya*
Hehe...
Oke, ditutup dengan: Cinta itu, apa-apa karena Allah (Nelly, 2012...cateeet)
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar